welcome to my blog, a big thank you for your visit. This blog gives some info for you, and also about my daily life. may be useful. always visit my blog ok,,

Rabu, 20 Juni 2012

Makalah Gigi Tiruan Tetap (GTT) Mahkota Jaket Akrilik


MAKALAH GTT
MAHKOTA JAKET AKRILIK
unair.jpg.gif
OLEH :
KELOMPOK III
*      Firnadea Ekarizky S                                                 021101029
*      Theresia Ratna Sari A                                              021101030
*      Junaidi Wahyu P                                                      021101031
*      Niluh Delatika                                                          021101032
*      Charish Ferdhi A.                                                    021101033
*      Talitha Almiratunnisa                                               021101034
*      Vida Aisyah                                                             021101035
*      Nurul Murtini                                                           021101036
*      Renny Wijayanti fansia                                            021101037
*      Titik Kusuma Ningsih                                              021101038
*      Dina Ela Sabila                                                        021101039
*      M. Ridwan                                                               021101040
*      Widya Fitri Q.                                                          021101041
Tekhnik Kesehatan Gigi
Universitas Airlangga
Semester 2
2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Mahkota jaket akrilik merupakan restorasi yang meliputi seluruh permukaan gigi anterior yang di buat dari bahan akrilik sesuai dengan warna gigi. Biasanya mahkota jaket dari akrilik digunakan sebagai restorasi sementara yang akan digantikan dengan mahkota jaket keramik yang sering disebut all ceramic crown, yang seluruhnya terbuat dari keramik dan tidak mengandung unsur logam seperti pada mahkota metal keramik.
Mahkota jaket adalah jenis restorasi gigi yang menutupi atau mengelilingi gigi atau gigi implant, dan terikat pada gigi dengan bantuan semen gigi. Mahkota jaket dapat dibuat dari berbagai bahan, yang biasanya dibuat diluar menggunakan indirect methode.
Sekarang ini banyak terjadi dimasyarakat dengan permasalahan gigi seperti karies yang besar atau parah, perubahan warna gigi menjadi kusam, abrasi dan erosi gigi, mengalami fraktur dimana pulpa belum terbuka, adanya diastema (koreksi malposisi), dan adanya kedudukan gigi yang tidak sejajar.
Mahkota jaket ini digunakan untuk meningkatkan kekuatan atau penampilan gigi (Anonima, 2009) dan menyelesaikan masalah gigi yang di derita masyarakat . Gigi tiruan mahkota atau umum ini adalah gigi tiruan yang dibuat untuk gigi yang belum dicabut tetapi mengalami kerusakan yang parah sehingga sudah tidak bisa ditambal lagi, tetapi syaraf giginya belum mati. Gigi yang rusak tersebut dikurangi sedemikian rupa dengan bentuk tertentu, kemudian diganti dengan bahan akrilik/porselen/ kombinasi logam-porselen yang menyerupai selubung/jaket yang bentuk dan warnanya disesuaikan dengan gigi sebelumnya atau menggunakan gigi sebelahnya sebagai panduan. Gigi tiruan ini tidak dapat dilepas oleh pasien karena ditempelkan langsung ke gigi dengan semen khusus.


1.2  Manfaat
Agar pembaca dapat mengetahui cara menanggulangi permasalahan gigi khususnya gigi anterior untuk memperbaiki estetika ,mengembalikan fungsi bicara, mempertahankan kesehatan gigi, dan untuk melindungi pulpa dari rangsangan. Serta memberi wawasan atau pengetahuan tentang mahkota jaket akrilik.

1.3  Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah mahkota jaket akrilik ini adalah agar kita dapat  mengetahui apa yang di maksud dengan mahkota jaket akrilik, kekurangan dan kelebihan, teknik pembuatan, dan tahap pembuatan mahkota jaket akrilik.  Adapun kami berharap makalah ini dapat menambah referensi pembaca tentang mahkota jaket akrilik. Dan menambah pengetahuan bagi mahasiswa tentang mahkota jaket akrilik.













BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Definisi Mahkota Jaket
Mahkota jaket adalah suatu restorasi yang dibuat seluruhnya dari akrilik atau porselen meliputi seluruh mahkota klinis gigi dan berakhir pada atau dibawah permukaan gusi. Mahkota jaket umumnya terbatas pada gigi – gigi anterior rahang atas dan bawah.
Mahkota jaket (crown) suatu jenis restorasi yang menutupi atau memperbaiki seluruh permukaan gigiyang telah dipreparasi dan terbuat dari porselen atau resin akrilik serta direkatkan secarapermanen pada gigi asli dengan bantuan semen gigi.

2.2       Indikasi dan Kontra Indikasi  Mahkota Jaket
a.       Indikasi
Mahkota jaket dapat dipakai untuk memugar gigi – gigi anterior yang :
1.      Mengalami fraktur
2.      Berkaries yang sedemikian luasnya, sehingga tidak dapat ditambal secara konvensional.
3.      Berubah warna atau mengalami cacat permukaan seperti kalsifikasi yang tidak sempurna atau de – kalsifikasi
4.      Berkedudukan tidak normal
5.      Mengalami abrasi
b.      Kontra Indikasi
Gigi yang tipis karena gigi harus digerinda sedalam 0,5 sampai 0,75 mm untuk ketebalan dan kekuatan lapisan bahan dan untuk mencegah terbayangnya lapisan semen yang menembus lapisan bahan yang memang sedikit bening (translucent)  itu.
2.3       Teknik Pembuatan Mahkota  Jaket Akrilik
a.       Teknik lunak tekan
-          Dengan menekan malam yang telah dilunakkan pada die yang telah diulasi dengan bahan separasi seperti paraffin, gliserin, dan air sabun atau air biasa.
-          Setelah malam mengeras, periksa model malam dengan melepas model malam dari die.
-          Periksa model malam bagian dalam malam yang melekat pada die, bagian dalam model tidak boleh ada lekukan atau celah.
-          Kemudian, dibentuk sesuai bentuk anatomi gigi asli.
b.      Teknik tetes tekan
-          Die yang sudah diulasi dengan separasi ditetesi dengan malam cair yang sudah dipanaskan.
-          Lakukan selapis demi selapis sampai mencapai ketebalan yang sudah diinginkan.
-          Kemudian, periksa bagian dalam model malam dan ukir bentuk anatomi seperti gigi asli.
2.4        Tahap – Tahap Pembuatan Mahkota Jaket Akrilik
1.      Persiapan alat dan bahan
      Alat     :

-          Pisau model                
-          Brander
-          Sonde
-          Bowl
-          Spatula
-          Kuvet
-          Press
-          Vibrator

Bahan  :

-          Malam merah
-          Separasi
-          Spiritus
-          Vaselin
-          Gips tipe II & III
-          Resin akrilik & liquid
-          Wetting agent



2.      Pembuatan model
a.       Pembuatan model malam di atas die pada model kerja yang terpasang di articulator.
b.      Pembentukan model malam dengan cara malam lunak ditekankan pada model preparasi.


c.       Mengoreksi model malam, menambahkan malam lunak pada akhiran pola yang cacat.
d.      Membentuk model malam sesuai denga bentuk anatomisnya.
e.       Memeriksa bentuk (kontur), kedudukan (alignment), kontak dan oklusi.

pembentukan pola lilin 2   a           b

3.      Penanaman dalam kuvet
a.       Sebelum model malam ditanam dalam kuvet, model malam terlebih dahulu diulasi dengan wetting agent, air sabun, spiritus atau alcohol, hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi tegangan permukaan dan membersihkan kotoran atau sisa – sisa malam yang menempel pada model malam.
b.      Aduk gips putih diatas vibrator sampai tidak ada gelembung udara yang terjebak dalam gips, sebelumnya olesi kuvet dengan vaselin dan tuangkan di kuvet bawah, kemudian model malam ditanam pada adonan gips dengan posisi permukaan labial berada di atas. Permukaan tidak boleh lebih tinggi dari garis sudut labial dari permukaan proksimal dan incisal. Maksudnya supaya batas gips kuvet bawah dan kuvet atas yang nantinya nampak pada permukaan akrilik, tidak terlihat setelah mahkota jaket dipasang di mulut. Pinggiran servikal dan incisal dipendam sama tingginya dengan permukaan gips untuk memudahkan pengularan mahkota jaket akrilik dari cetakan / kuvet.
c.       Setelah gips putih mengeras lalu olesi dengan vaselin tetapi tidak mengenai model malam.
d.      Pasang kuvet atas yang sudah diolesi dengan vaselin,  lalu aduk gips biru di atas vibrator, kemudian tuangkan gips biru pada kuvet sampai menutupi seluruh bagian model.
e.       Setelah gips biru setengah setting, aduk gips putih  lalu tambahkan di atas gips sampai batas atas kuvet, kemudian tutup kuvet atas.
f.       Lalu kuvet dipress.
4.      Buang Malam
a.       Dilakukan setelah gips setting atau mengeras.
b.      Untuk menghindari patahnya gips di dalam model malam, sebaikya terlbih dahulu kuvet disiram atau direndam air panas untuk melunakkan.
c.       Setelah kuvet dibuka, malam dihilangkan dengan kucuran air panas.
d.      Kucuran air panas, harus mampu menghilangkan malam yang masih tertinggal.

5.      Pengisian akrilik
Dengan menggunakan pipet, ruang cetakan yang sudah diseparasi, diisi setengah dengan monomer. Bubuk akrilik warna servikal ditaburkan di atas monomer  dengan mudah dapat mengisi sela di bawah preparasi dan bubuk polimer akan ditarik oleh monomer ke tempat di mana ia berada. Dengan demikian pengisian sela – sela sempit lebih terjamin dan demikian juga dapat dicegah patahnya bagian preparasi dari cetakan akibat dari tekanan yang diperlukan untuk memasukkan adukan akrilik ke dalam sela cetakan.
Bubuk warna servikal terus ditaburkan di monomer sampai bagian tersebut terisi penuh dan cairan monomer terisap penuh dan cairan monomer terisap habis. Ruangan yang terjadi disisi dengan beberapa tetes monomer lalu polimer warna labial atau langsung incisal ditaburkan di atasnya  sampai terbentuk bagian labial atau/dan incisal. Warna tersebut disesuaikan dengan peta warna servikal, labial dan incisal.
Akrilik kemudian ditutup dengan sehelai kertas cellopahane basah dan ditunggu beberapa menit sampai adukan mencapi dough – stage. Bagian atas dari kuvet kemudian dipasang untuk dilakukan press percobaan. Penambahan bahan akrilik dapat dilakukan dengan cara yang sama. Setelah press percobaan terakhir, kuvet dipindahkan ke press kecil untuk kemudian di rebus.

1
Setelah cetakan terisi akrilik permukaannya ditutup dengan  kertas cellophane (1)Warna servikal, (2) warna labial, (3) warna incisal, (4) kertas cellophane
press

6.      Polimerisasi
sifat fisik mahkota jaket akrilik ditingkatkan dengan polimerisasi dengan cara yang sama sebagai gigi palsu akrilik
1.                   kuvet ditempatkan dalam air dingin, suhu yang dinaikkan sampai 60 o c selama 30 menit. suhu ini kemudian dinaikkan menjadi 70 o c dan ditahan selama 20 o menit, ketika labu akan dihapus dan dibiarkan  dingin.
2.                    Alternatifnya adalah dengan cara mahkota dipolimerisasikan dengan panas kering dalam sebuah thermostatically controlled electric bath antara 12 hingga 18 jam. metode ini mengurangi monomer sisa dan menghasilkan permukaan yang keras untuk mahkota.

7.      Finishing
ú Setelah kuvet mendingin dilakukan pembongkaran dan pengeluaran mahkota
ú Bila pemberian bahan separasinya baik pembongkaran akan mudah
ú Gips yang masih melekat pada mahkota dibersihkan dengan alat yang tajam tanpa merusak bentuk mahkota
ú Kelebihan akrilik berupa sayap-sayap atau bintil-bintil dihaluskan dan dibentuk dengan stoneSeluruh permukaan dipulas dengan rubber cups dan bahan pulas (pumice)untuk mengkilapkan digunakan whiting -bubuk atau bahan pulas lain yang ada dipasaran (misalnya, clean polish dan super polish dll). Sementara menunggu pemasangan mahkota jaket akrilik sebaiknya direndam dalam air untuk mencegah pengeringan mengakibatkan distorsi
Kelebihan akrilik berupa sayap-sayap atau bintil-bintil dihaluskan dan dibentuk dengan stone
Seluruh permukaan dipulas dengan rubber cups dan bahan pulas (pumice) untuk mengkilapkan digunakan whiting -bubuk atau bahan pulas lain yang ada dipasaran (misalnya, clean polish dan super polish dll).

2. 5      Kelebihan dan kekurangan
a.       Kelebihan
-          Prosedur pembuatannya sederhana
-          Harganya murah
-          Mempunyai nilai estetik yang cukup baik,  walaupun untuk waktu yang tidak lama ( 3 – 5 tahun ).
b.      Kekurangan
-          Bahan yang tidak keras dan tidak tahan kikisan sehingga mahkota mudah kehilangan bentuk atau kontur akibat abrasi dan atrisi dari sikat gigi, gigi lawan dan makanan.
-          Ketahanan warna, meskipun sudah banyak disempurnakan, masih belum memadai, jika dibandingkan dengan porselen.
-          Koefisien thermal dari bahan akrilik yang 6 – 7 kali yang lebih besar dari koefisien thermal dari jaringan gigi.
-          Perubahan suhu di mulut yang terus – menerus menyebabkan penciutan dan pemuaian dari akrilik, yang meskipun kecil sudah cukup, menghancurkan semen.


BAB IV
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1.      Crown adalah suatu jenis restorasi yang menutupi atau memperbaiki seluruh permukaangigi dan direkatkan dengan  semen

2.      Prosedur  pembuatan crown secara indirect meliputi preparasi, pembuatan die, pemasangan pada okludator, pembuatan mahkota akrilik/porselen, pemolesan, teknik sementasi dan pemasangan.

3.      Beberapa dampak dari pemakaian mahkota jaket (crown) diantaranya peningkatan akumulasi plak, trauma langsung pada mukosa mulut, traumatic kontak  oklusi, alergi terhadap bahan crown dan diskolorisas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar